Mengenal Bahasa Bayi (Baby Language)

Pada masa bayi, manusia pertama kali belajar atau diperkenalkan dengan suasana yang sama sekali “baru”, dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya di dalam kandungan. Selama 3 hari pertama, orok yang normal masih lebih banyak tidur. Sekitar 80% waktunya dipergunakan untuk tidur. Setelah 2 minggu bayi mulai mampu melakukan berbagai kegiatan tanpa bantuan orang lain, mulai dari berbalik, duduk, merangkak dan lain sebagainya, menjelang usia 7-8 bulan, perasaan atau emosi bayi mulai muncul, walaupun rasio atau pikirannya belum berfungsi sama sekali, Pada usia 12-14 bulan, bayi mulai mengenal lingkungannya, baik lingkungan fisik ataupun social. Secara bertahap, bayi mulai memahami hubungan antar “kata” dengan apa atau siapa saja yang ada di sekitarnya. Dan untuk itu, bayi mulai memerlukan alat ekspresi yang disebut “bahasa”.

Mulai masa inilah bayi mulai belajar mengenal bahasa dari sekitarnya. Pemerolehan bahasa pada bayi sangatlah bertahap yang di bagi dalam beberapa bagian.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa :

  1. Kognisi (Proses Memperoleh Pengetahuan), tinggi rendahnya kemampuan kognisi individu berpengaruh pada cepat lambatnya perkembangan bahasa
  2. Pola komunikasi dalam keluarga, pola komunikasi banyak arah mempercepat perkembangan bahasa
  3. Jumlah anak atau jumlah keluarga, komunikasi bervariasi pada keluarga yang memiliki banyak anggota keluarga dan perkembangan bahasa anak lebih cepat dibandingan dengan anak tunggal
  4. Posisi urutan kelahiran, urutan kelahiran di tengah akan lebih cepat perkembangan bahasanya di bandingkan dengan anak sulung dan anak bungsu. Anak sulung memiliki arah komunikasi ke bawah, sedang anak bungsu memiliki arah mkomunikasi ke atas saja. Sedangkan anak urutan tengah memiliki 2 arah komunikasi
  5. Pemakaian bahasa lebih dari satu, Anak yang dibesarkan dalam keluarga yang menggunakan bahasa lebih dari satu atau lebih bagus dan lebih cepat perkembangan bahasanya ketimbang yang hanya menggunakan satu bahasa saja karena anak terbiasa menggunakan bahasa secara bervariasi

Lima bahasa bayi :

Bayi berusia 0-3 bulan di seluruh dunia, ternyata memiliki bahasa bayi yang sama. Bahasa tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh Priscilla Dunstan. Wanita ini sejak batita sudah memiliki kemampuan mengingat suara, atau sound photograph.

Ketika Priscilla memiliki bayi, dia baru menyadari bahwa ternyata bayi juga berusaha untuk berkomunikasi dengan ibunya. Akhirnya dapat diidentifikasi bahasa bayi setelah seribu bayi diteliti.

Hasil penelitian menemukan, ada lima kata yang dikenal oleh bahasa bayi untuk berkomunikasi dengan orang dewasa.

Sebaiknya, para orang tua mendengar kata-kata yang diucapkan bayinya sebelum ia menangis histeris karena tidak menginginkan apa yang dimintanya.

Berikut lima kata yang sering diucapkan bayi, dan artinya:

  1. “NEH”, artinya sedang lapar (respon thd refleks mengghisap). Kata ini agak mirip dengan “Heh” dan “Eh”, jadi harus hati-hati mendengarkannya. Jika kita tidak meresponnya dengan baik, maka bayi akan menangis lebih keras. Dengarkan bunyi huruf “N” pada suara ini. Selain mengeluarkan bunyi “Neh”. menurut teori Dustan bayi yang lapar biasanya:
    • Menggerakkan lidah ke langit=langit mulut (mengecap)
    • Menghisap jari/kepala tangannya
    • Menjilati bibirnya
    • Menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan
  2. “OWH”, artinya mengantuk (refleks menguap disertai bunyi suara). Mungkin kata ini lebih mudah dimengerti karena diucapkan oleh sang bayi dengan bentuk mulut bundar atau O. Lihat pada mulut berbentuk oval “Owh” muncul lebih dini sebelum  tanda kelelahan lainnya. Tetapi “owh” ini tidak selalu dibarengi dengan kuapan, bisa juga dengan tanda-tanda seperti:
    • Si kecil mulai bergerak gelisah.
    • Mengusap-usap mata dan menggaruki/menarik telinganya.
    • Mulai menggeliat dan melengkungkan tubuhnya.
    • Dan semua tanda ini biasanya dimulai dengan bunyi “owh”
  3. “HEH”, artinya merasa tidak nyaman (refleks dari rangsangan kulit). Bayi mengucapkan kata ini pasti dengan mimik yang berbeda dengan “Neh”. Dengarkan bunyi huruf “H” disertai hempusan nafas, mengindikasikan bahwa bayi tidak nyaman, terlalu panas, terlalu dingin, popok kotor, perlu ganti pakaian, ganti posisi, dan lain-lain. Jika kita memahami kata ini, maka segeralah membuat posisi bayi menjadi nyaman agar tidak menangis kencang.
  4. “EAIRH”, artinya perutnya kembung. Suaranya mirip orang menggumam atau grrrhhh. Kata “Eairh” muncul akibat tekanan gas di perut bagian bawah bersamaan dengan nyeri perut. Suara tangisan lebih “Histeris”. Tanda-tanda lain yang dibarengi dengan bunyi “eairh” adalah:
    • Kaki yang mengejang dan ditarik ke perut.
    • Tubuh si kecil yang menjadi kaku.
    • Jerit tangisan yang merintih kesakitan.                                                                                                     Bila tangisan “eairh” terdengar, segera telungkupkan si kecil lalu usap punggungnya. Udara “eairh” akan lebih sulit dikeluarkan, jadi akan lebih baik jika ibu segera menyendawakan si kecil saat terdengar bunyi “eh”, untuk mencegah udara turun ke perut. Jika “Eh” ditangani dengan baik, maka “Eairh” akan jarang muncul. Jika sang bayi sudah mengucapkan kata ini, segera perbaiki posisinya.
  5. “EH”, artinya sendawa.Biasanya diucapkan selesai minum susu atau justru perut sedang kosong. Suara ini terbentuk dari tekanan gas di dada, karena bayi berusaha bersendawa. Terdengar sebagai rangkaian suara “Eh, Eh, Eh”. Bayi mungkin menggeliat saat terbaring untuk mencegah gas/udara terdorong ke perut bawah yang nantinya akan menyebabkan nyeri perut bawah.Tanda-tanda lain saat si kecil perlu sendawa adalah:
    • Dada yang mengencang
    • Gerakan menggeliat ketika diletakkan di tempat tidur
    • Berhenti minum susu dan mulai gelisah
Klik URL berikut ini untuk mendengarkan 5 bahasa bayi http://youtu.be/nv3-74EFtWQ
TIPS bagi orang tua untuk memahami bahasa bayi :
  • Dengarkan fase sebelum bayi menangis
  • Bertindak atas kata yang dominan
  • Dengarkan bunyi spesifik dari setiap kata
  • Jangan panik bila bayi anda tidak mengucapkan semua kata
  • Ubahlah posisi bayi agar anda bisa mendengar dengan jelas kata yang di ucapkan si bayi
  • Cari dan perhatikan refleks yang menyertainya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s